MIRACLE COMMUNITY

Translate

Jumat, 19 Oktober 2012

Saat Teduh, Jumat 19 Oktober 2012



TUHAN MENGHARGAI  PRIBADI  YANG MAU BERKEMBANG

Tuhan  memberikan talenta kepada kita masing-masing sesuai dengan kesanggupan kita. ada orang yang dipercayakan  banyak  ada juga yang dipercayakan dengan sedikit. Masalah bukanlah  banyak atau sedikitnya yang dipercayakan kepada kita, tetapi apakah kita mengembangkannya dengan setia?
Apakah Anda orang yang dipercayakan banyak oleh Tuhan, tapi Anda malas dan “menguburkannya,” sehingga talenta tersebut tidak berkembang? Seringkali kita membandingkan diri dengan orang lain dan tidak mengembangkan talenta yang dipercayakan Tuhan kepada kita.  Pilihan ada di tangan kita, karena itu, marilah temukan talenta-talenta yang dipercayakan oleh Tuhan dan kembangkan talenta tersebut dengan melayani orang lain.  Sudahkah Anda menghargai dan mengembangkan talenta yang Tuhan percayakan?
Renungan
1. Seperti apakah hal Kerajaan Sorga diumpamakan? (ayat 14-15).



2. Apa yang dilakukan oleh hamba yang menerima 5 talenta, 2 talenta dan 1 talenta? (ayat 16-18).                         



Praktek
Buatlah daftar untuk mengetahui  talenta yang telah dipercayakan oleh Tuhan kepada Anda. Bersyukurlah kepada Tuhan dan buatlah komitmen dan rencana yang jelas untuk mengembangkannya.

Kamis, 18 Oktober 2012

Saat Teduh, Kamis 18 Oktober 2012



TUHAN MENGHARGAI  ORANG YANG SETIA

Stefanus dipilih dan diangkat oleh para rasul menjadi diaken di gereja mula-mula, karena ia penuh dengan iman dan Roh Kudus. Stefanus setia melayani meja membantu penatua-penatua sehingga penatua-penatua memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan firman.  Dampak dari pelayanan Stefanus firman Allah makin tersebar dan jumlah murid bertambah banyak.  Stefanus setia terhadap pelayanan meja dan  jiwa-jiwa. Tuhan mengijinkan Stefanus ditangkap oleh tua-tua dan ahli-ahli Taurat dan dibawa ke hadapan Mahkamah Agama. Stefanus membela diri  dan Hal ini membuat anggota-anggota Mahkamah Agama sangat tertusuk hatinya. Lalu, mereka beramai-ramai merajam Stefanus dengan batu sampai mati sahid. Tetapi, sebelum menghembuskan nafasnya yang terakhir, Stefanus berkata, "Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah,"(ayat 56). Allah memberi respek kepada hamba-Nya yang tetap setia kepada panggilan mereka sampai mati. Setialah kepada panggilan Allah.
Renungan
1. Apa respon anggota-anggota Mahkamah Agama mendengar pembelaan Stefanus? (ayat 54).



2. Apa yang dilihat oleh Stefanus sebelum ia mati sahid? (ayat 55-56).  




Praktek
Penderitaan apa yang sedang Anda alami saat ini karena nama Tuhan? Maukah kita meresponinya dengan benar seperti Stefanus? Buatlah komitmen untuk tetap setia sampai akhir.

Rabu, 17 Oktober 2012

Saat Teduh, Rabu 17 Oktober 2012



RESPEK SELALU TERHADAP OTORITAS

Dalam bacaan hari ini, kita menemukan orang bernama Korah, yang memberontak terhadap Musa. Ia dan tiga orang anggota suku Ruben, yaitu Datan dan Abiram anak-anak Eliab, dan On anak Pelet, beserta 250 pemimpin terkenal menghadap Musa dan Harun, (ay 3, IBIS).  Sebagai manusia, Musa tersulut emosinya sehingga ia berkata, "Dengarlah, hai orang-orang Lewi! Apakah kamu pikir ini soal kecil bahwa Allah Israel memilih kamu dari antara orang-orang Israel supaya kamu boleh mendekati Dia, dan bertugas di Kemah-Nya, serta bekerja untuk umat Israel dan melayani mereka? Kau, Korah, dan semua orang Lewi sudah mendapat kehormatan itu dari TUHAN--dan sekarang kamu menuntut untuk menjadi imam juga! Jika engkau dengan pengikut-pengikutmu mengomel terhadap Harun, sesungguhnya kamu melawan TUHAN!"(ayat 8-11, IBIS). Akibat tidak respeknya Korah kepada pemimpin, ia dan sekutu-sekutunya mati ditelan bumi, karena tanah terbelah di bawah kaki mereka. Berhati-hatilah. Mari kita berjaga-jaga agar kita selalu respek terhadap otoritas.  
Renungan
1. Apa akibatnya bagi Korah, Datan dan Abiram ketika mereka tidak menghormati otoritas di atasnya?




2. Apa sikap Anda apabila Anda menghadapi kejadian yang sama seperti mereka?



Praktek
Sudahkah kita memiliki sikap yang benar terhadap otoritas? Pernahkah Anda tidak respek? Apa komitmen Anda untuk dilakukan setelah saat teduh hari ini?

Selasa, 16 Oktober 2012






Atas nama Penatua, Gereja Penyebaran Injil (GPI) Jl. Sibolga No. 23 Pematangsiantar mengucapkan terimakasih untuk setiap orang yang ambil bagian dan berpartisipasi dalam acara DONOR DARAH, 13 Oktober 2012.

Tuhan Memberkati

Saat Teduh, Selasa 16 Oktober 2012

AKIBAT TIDAK RESPEK ?


Bacalah : 1 Sam 13:1-14 dan 1 Sam 15:1-23.                                                                                                                                              Kita bisa melihat bahwa ketika kita tidak menghargai otoritas yang ditentukan oleh Tuhan bagi kita, ada akibat yang tidak baik yang terjadi pada kita. Nabi Samuel yang mengurapi Saul menjadi raja berkata, "Tuhanlah yang menyuruh aku melantik  Baginda menjadi raja atas Israel umat-Nya.  Sebab itu, hendaknya Baginda mendengarkan perintah TUHAN Yang Mahakuasa.  . Saul dan seluruh rakyat berhasil membunuh tentara Amalek, tetapi Agag raja orang Amalek dibiarkan hidup oleh Saul, bahkan domba dan sapi yang paling baik dan yang paling gemuk, serta segala sesuatu yang berharga tidak dipunahkan. Apa yang terjadi dengan Saul? (ISam 15:11, IBIS).  Ketika kita tidak respek kepada Tuhan dan pemimpin, akibatnya fatal. "Manakah yang lebih disukai TUHAN, ketaatan atau persembahan ? Taat kepada TUHAN lebih baik daripada kurban. Sebab membangkang terhadap TUHAN sama jahatnya seperti melakukan sihir, dan hati yang sombong sama jahatnya seperti menyembah dewa. Karena Baginda telah melawan perintah TUHAN, maka TUHAN pun tidak mengakui Baginda lagi sebagai raja," (I Sam 15:22-23, IBIS). kita harus berhati-hati dengan sikap kita yang tidak respek kepada Tuhan. Saul ditolak menjadi raja atas Israel.
Renungan
1. Apa akibatnya bagi Saul ketika ia tidak menghormati otoritas di atasnya?




2. Apa yang terjadi seandainya ia menghormati otoritas?                                                                                             


Praktek
Sudahkah kita memiliki sikap yang benar terhadap otoritas yang dipercayakan oleh Tuhan? Sharingkan Firman yang Anda dapat hari ini di komsel.

Senin, 15 Oktober 2012

Saat Teduh, Senin 15 Oktober 2012



HORMAT PADA PEMIMPIN ROHANI


Tuhan menuntut sikap hormat  yang benar kepada pemimpin rohani. berbahaya jika kita memiliki sikap yang tidak respek kepada mereka.Di dalam Perjanjian Lama. “Suatu kali Musa telah mengambil seorang wanita Kus menjadi istrinya, dan hal itu dijadikan alasan oleh Miryam dan Harun untuk mencela Musa. Kata mereka, 'Apakah melalui Musa saja TUHAN berbicara?  Bukankah melalui kita juga Ia berbicara?'  TUHAN mendengar apa yang mereka katakan.,”(ayat 1-10.  IBIS).  Akibat tidak respeknya Miryam dan Harun kepada pemimpin rohani mereka, maka Miryam sakit kusta. Untunglah mereka segera sadar dan meminta Musa untuk berdoa, sehingga Miryam disembuhkan kembali. Jadi, janganlah sekali-kali kita tidak menghargai pemimpin kita, karena hal itu tidak akan membawa keuntungan bagi kita.   
Renungan
1. Bagaimana seharusnya sikap kita kepada pemimpin rohani?




2. Apa akibatnya jika kita melawan pemimpin rohani meski ia melakukan kesalahan?  




Praktek
Bagaimana sikap Anda kepada pemimpin? Apakah Anda sudah memiliki sikap yang benar? Tuliskan komitmen yang ingin Anda lakukan setelah membaca Firman Tuhan hari ini.